Puasa tahun ini adalah puasa keenam gue jauh dari rumah. Perjuangan sebagai anak rantau selama membuat gue harus memutar otak supaya bagaimana bisa sahur dan iftar dengan lancar. Sewaktu masih tinggal di Depok, mencari takjil dan makan sahur masing lebih mudah dibandingkan sekarang. Bahkan, bukan anak kos namanya jika tidak tahu mana masjid yang sedia takjil gratis setiap hari😀 Namun, sekarang takjil-radar sudah mulai terkikis karena terlalu malas mencari.

Seenak apapun makanannya, esensinya bukan dengan apa sahur/ berbuka, tapi dengan siapa kita menghabiskannya…

#myramadhanstories #day2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s