Ketika Orang-orang (Seakan) Tidak Berpikir Rasional (Jakarta..oh..Jakarta)

Hujan deras selama tiga hari berturut-turut di daerah hulu Bogor dan Depok menyebabkan Jakarta diperkirakan terkena bencana banjir besar. Hari ini (130114) adalah Harpitnas (Hari Kecepit Nasional) karena esoknya adalah Hari Libur (Maulid Nabi Muhammad). Berita-berita di media massa (disini dan disini) menguatkan fakta jika banjir Jakarta masih belum selesai untuk beberapa hari ke depan.

Anehnya, orang-orang yang terjebak dengan rutinitas seakan tidak menghiraukan masalah tersebut. Entah tuntutan pekerjaan ataupun mereka yang workaholic jadi alasan mereka nekat menerjang banjir Jakarta. Kalaupun dipikir-pikir, kan lebih enak tinggal di rumah, melanjutkan tidur atau sambil leyeh-leyeh di depan TV. Apa enaknya kebanjiran (plus terjebak macet) di jalan? Lebih enak bolos dibanding membawa motor/ mobil ke bengkel gara-gara mesin kemasukan air? Toh berapa sih potongan gaji yang hilang jika dibandingkan dengan waktu yang terbuang di jalan, uang yang keluar di bengkel, dan kesehatan yang turun gara-gara faktor turunan hujan dan banjir??

Jakarta oh Jakarta..

Kota ini memang tidak manusiawi lagi..

Trip Report – Backpacking to Hong Kong – Part 1

Gue akan posting pengalaman terseru sepanjang hidup gue. Yak, gue akhirnya backpackingan! Gak tanggung-tanggung, Hong Kong jadi kota pertama buat newbie semacam gue buat destinasi backpackingnya. Awalnya bermula dari Enggar, temen seperjuangan di kampus, ngasih tau kalau ada promo tiket Tiger Air Mandala¬†Denpasar-Hong Kong-Surabaya cuma Rp210.000. Ga butuh waktu lama, tawarannya akhirnya gue iyain. Kapan lagi coba ada promo semurah itu ūüėÄ

Akhirnya setelah dapet izin dari ortu, gue dan kawan-kawan lain (ada Mega,  Fachry, Suko, Efan, dan masnya Mega) langsung nyiapin logistik dan alat-alat keperluan yang dibutuhkan disana. Tas gunung isi 60 L gue isi sampe ga terasa beratnya 10 kg. Ini mau perang atau mau backpacking, Sa -.-

Mau perang

Setelah persiapan selesai, pagi tanggal 18 Desember gue langsung cabut ke Denpasar via Bandung naik travel. Kenapa via Bandung? Soalnya tiket BDO-DPS lebih murah dibanding tiket CGK-DPS di hari keberangkatan yang sama hehe.. Itu udah dihitung sama biaya ojek dan travel lho ya. Sebelum pesawat  take-off sekitar jam tiga sore, gue agak kaget karena di airport Bandung banyak orang Malaysia yang mau balik ke KL. Sesampainya di Bali, gue bareng Agus langsung ke penginapan low-cost di sekitar ring-roang bandara. Abis istirahat semalem, paginya kami melipir ke Tanah Lot tapi cuma sampai parkiran aja soalnya harga tiketnya diluar perkiraan kami haha..

Tanah Lot, Bali

Sekitar jam enam, kami langsung menuju meeting point di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Ngurah Rai. Satu kata buat menggambarkan terminal ini: BAGUS! Gue selama setahun kemarin udah empat kali ke Bali dan cuma berangkat dari terminal keberangkatan domestik kali ini cukup kagum sama interior terminal internasionalnya. Sebelum boarding, kami sempetin makan malem dulu a la backpacker. Gue namain cara makan ini dengan sebutan dinner ngemper at airport haha..

dinner ngemper

Gue lagi-lagi kaget pas nemu pesawat kargo Rusia lagi parking di bandara ini. Seumur-umur baru liat pesawat kargo buatan Rusia sebesar itu! *brb masukin ke CV* *lebay*. Sayang gue gak sempet fotoin pesawatnya hiks.

Then, after five-hours flight, Hong Kong, it’s us!

..kata keluar dari mulut setelah sampe HK; GILA DINGIN BANGET CUY!

Kami sampe jam satu dini hari. Sambil nunggu loket imigrasi dibuka sekitar jam enam, kami tidur-tiduran di kursi disitu, yang lain ada yang nge-charge¬†hape dan tabletnya. Gue inget kalo gue belum sholat Maghrib-Isya kemudian gue inisiatif buat nyari¬†praying room¬†di bandara. Ternyata, praying room di bandara cuma satu dan itu adanya setelah kita lewat pemeriksaan imigrasi. Pelajaran pertama (dan mungkin paling berharga selama perjalanan): jadi minoritas itu harus tabah dan kuat! Alhasil, gue wudhu di toilet kering¬†sama botol minum yang gue isi air kran (gratis). Abis ngecek arah kiblat pake GPS di HP, gue gelar sajadah di deket situ dan langsung men-jama’ sholat. Sempet diliatin sama visitor yang nunggu tapi ¬†gue¬†cuek aja hahaha..

Sampai disini, total budget yang gue keluarin Rp672.000. Rincian: Ojek Depok-Lenteng Agung: Rp20.000, Travel: Rp50.000, Ojek Dago-Airport BDO: Rp20.000, Tiket Pesawat BDO-DPS: Rp314.000, Hotel low-cost di Bali: Rp20.000, makan pagi: Rp10.000, makan malam: Rp13.000, airport tax: RP150.000

Thanks for today, those meant a lot.

One important thing, we can’t know until we find it out of ourself. But, again, for the sharing we string up each other, the time during you finished your noodle, those meant a lot.