Diskriminasi di Korea

Setelah melihat video di atas, apa pendapat pembaca?
Sebelum saya mengemukakan opini saya, saya akan menjelaskan secara singkat cerita dari video tersebut.

Inti ceritanya adalah mengamati bagaimana respon orang-orang Korea (Selatan) terhadap foreigners (orang asing) yang berbeda ras (orang pertama dari memiliki ras Kaukasoid, satu lagi orang INDONESIA, ber-ras Mongoloid). Ternyata perlakuan orang-orang Korea sangat jauh berbeda dalam menanggapi kedua foreigners tadi. Sangat jelas diskriminasi yang diterima oleh orang INDONESIA (penulis menganggap orang tersebut adalah orang Indonesia karena namanya sangat Indonesia -Gunawan) sangat tidak mengenakkan. Dia seakan dicampakkan ketika dia bertanya dimana letak pusat perbelanjaan disana.

Sekilas gambaran tersebut mengindikasikan bahwa bagaimana di negara maju seperti Korea, penilaian sesorang hanya sebatas pada penilaian fisik dan bentuk tubuh. Tanpa mengesampingkan perbedaan responden yang lewat karena responden yang akan ditanya diambil secara random (berarti sebelumnya kita tidak tahu bagaimana sifat orang-orang tadi). Menurut penilitian, 25.9 persen dari penduduk Seoul yang berasal dari Asia Tenggara pernah mengalami diskriminasi dari orang Korea dan orang asing dari negara lain (sumber disini). Hal ini dikarenakan warga Korea yang masih homogen. Bahkan, diskriminasi sendiri masih terjadi terhadap sesama warga Korea.
Berbeda dengan Korea, masyarakat Indonesia cenderung lebih humble kepada orang asing tanpa melihat darimana dia berasal. Alasan agak ndeso adalah mungkin kebanyakan orang Indonesia senang jika bertemu dengan bule. Faktor keberagaman diantara masyarakatnya sebagai salah satu faktor masyarakat Indonesia terkesan terbuka bagi foreigners.

Setelah melihat fenomena di atas, satu pertanyaan menggelitik patut penulis lontarkan; apakah kita masih tertarik menonton drama Korea? :p

5 thoughts on “Diskriminasi di Korea

  1. Tertarik dong,
    drama korea itu kan fokusnya ke cerita, kalo bagus ya tertarik.. Kalo drama dikait2in sama politik atau apa, ya kebanting..!

    • dear Laras,
      kalimat terakhir tulisan di atas itu cuma iseng. Sebenarnya mau seneng nonton drama korea atau enggak ga ada hubungannya sama diskriminasi orang korea itu sendiri. SIapa tau kalo orang korea tahu orang Indonesia banyak yang suka nonton drama / musik korea, mereka gak bakal rasis lagi🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s