Balada Sepeda Motor

Tulisan ini khusus sebagai pengingat atas beberapa kejadian kecelakaan yang menimpa mahasiswa FEUI sepekan ini. Semoga bermanfaat!

Semua orang setuju jika sepeda motor adalah alat transportasi yang efisien dan praktis bagi kaum commuter, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, Jogja, Bandung, dan Surabaya. Situs resmi Polda Metro Jaya mencatat bahwa sekitar 67,39% korban kecelakaan yang melibatkan sepeda motor adalah berasal dari usia produktif yakni 20-39 tahun. Sangat disesalkan apabila mereka yang menjadi korban adalah tiang ekonomi keluarga. Lenyaplah sudah sumber penghasilan keluarga sang korban. Terlebih lagi apabila pelajar/ mahasiswa yang menjadi korbannya. Kedudukan mahasiswa sebagai aset keluarga adalah hal yang mungkin kurang disadari oleh sebagian besar pelajar/mahasiswa. Mereka adalah investasi berharga dunia dan akhirat tidak hanya untuk kedua orang mereka, tetapi juga masyarakat di masa depan.

Kurangnya perhatian atas keselamatan pengendara di jalan raya menjadi pemicu lain tingginya kecelakaan sepeda motor di Indonesia. Penggunaan helm yang belum memenuhi standar, kurang efektifnya safety riding yang digalakkan kepolisian, serta minimnya rambu-rambu di jalan raya merupakan beberapa faktor kecelakaan motor secara umum. Proses memperoleh SIM C yang kurang selektif menjadi faktor lain tingginya korban kecelakaan kendaraan bermotor di usia produktif. Dengan usia minimal 16 tahun, sesorang susah bias mendapatkan SIM C. Namun, yang perlu ditinjau adalah tes untuk mendapatkan SIM tersebut. Penulis pernah melihat langsung bagaimana cara memperoleh SIM di Satpas SIM Kepolisian Surabaya di daerah Colombo, Surabaya Utara. Berbagai macam tes, mulai dari tes tulis sampai tes praktek harus dilakukan sebagai prasyarat lulus ujian. NAmun, kenyataan yang terjadi bertolak belakang dengan apa yang seharusnya menjadi mekanisme yang benar. Kebanyakan pemohon SIM baru lebih memilih menggunakan jasa calo walaupun harus membayar lebih mahal agar dengan mudah dan cepat bisa mendapatkan SIM. Hal ini tentunya harus dikikis oleh masyarakat serta dilakukannya tindakan penanganan yang tegas oleh kepolisian.

Rentang waktu yang berisiko tinggi adalah kebalikannya, yakni saat waktu pulang kantor atau pulang aktifitas yaitu 18.01 hingga 00.00 WIB. Pada area waktu ini, berkontribusi hingga 22,87% dari total kecelakaan di Jakarta. Kesibukan para urban membuat mereka menghabiskan mayoritas waktu mereka di jalan. Sarana transportasi public yang belum optimal menjadi alas an kenapa pekerja yang tinggal di kota satelit seperti Depok, Bekasi, Bogor, dll lebih memilih menggunakan motor daripada kendaraan umum lainnya. Pemerintah masih dipersalahkan, menjadi kambing hitam atas persoalan akut ini. Mengubah mindset memang bukan hal yang mudah. Tanpa kebijakan insentif dan disinsentif (stick and carrot policy) yang tepat, niscaya kepercayaan masyarakat untuk menggunakan sarana transportasi publik akan meningkat dan dalam jangka panjang penggunaan kendaraan pribadi khususnya sepeda motor akan semakin berkurang

. ..Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahir
Yang kedua dilahirkan tapi mati muda.. . Gie
 

Mengenang alm. M. Tegar Ikhwani (Akuntasi FEUI 2009) dan berdoa untuk kesembuhan Amrizal Aufar (FEUI 2010, FSI FEUI 2010). Semoga kejadian ini tidak terulang lagi.

One thought on “Balada Sepeda Motor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s