Ada Apa dengan Bursa Global?

Hampir sepekan terakhir, bursa global di dunia mengalami koreksi cukup dalam, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia. Sepekan terakhir, IHSG yang sempat menyentuh angka tertinggi Rp4400 turun sampai 10% smapi hari ini menyentuh Rp3878. Hal ini disebabkan karena standar utang Amerika diturunkan oleh lembaga pemeringkat utang Standard and Poor’s (S&P) dari AAA ke AA+. Dengan tradisi peringkat utang yang bagus dari tahun ke tahun, penurunan peringkat utang ini jelas membuat investor panik. Penurunan peringkat utang ini jelas mengindikasikan tingkat gagal bayar Pemerintah AS yang meningkat. Secara teori, penurunan peringkat akan membuat tingkat suku bunga yang harus dibayarkan oleh penerbit obligasi meningkat, dalam hal ini biaya yang harus dikeluarkan Pemerintah AS, karena para investor meminta tingkat suku bunga lebih tinggi jika menanggung risiko yang lebih besar.
Suatu negara menerbitkan surat utang/obligasi untuk membiayai pembangunan negara tersebut. Namun, penerbitan surat utang ini harus disesuaikan dengan kemampuan bayar serta kondisi ekonomi negara itu. S&P yakin total utang sebesar 14,3 triliun dollar AS dan memproyeksikan defisit dalam beberapa tahun ke depan di AS tidak dapat menjamin peringkat yang telah didapatkan AS. S&P juga menyatakan, keadaan politik tidak membangun kepercayaan bahwa AS dapat sepakat bagaimana menurunkan defisit secara signifikan(kompas.com).
Efeknya jelas terlihat dengan koreksi beberapa bursa efek besar di dunia. Dimulai dari Dow Jones, kemudian merembet ke bursa regional mancanegara lain seperti Jepang, Cina, Hongkong termasuk bursa terbaik se-Asia tahun ini yaitu Indonesia. Sebagian besar investor IHSG adalah investor asing yang sensitif terhadap isu ekonomi global. Mereka langsung cash out investasi mereka di bursa saham Indonesia untuk mencari aman.

Prediksi sampai kapan hal ini akan terjadi belum bisa ditebak. The Fed sendiri telah menjamin akan tetap menerapkan suku bunga rendah dalam dua tahun mendatang (sumber). Sentimen positif ini cukup membuat indeks Dow Jones menguat hingga 4% pada Rabu(10/8)  dinihari waktu Indonesia. Di sisi lain, pelemahan IHSG ditanggapi oleh Menteri Perindustrian M.S.Hidayat wajar. Nilai 3700-3800 sudah seharusnya didicapai pada saat ini.

Pada akhirnya, perhatian utama bukan hanya  ditujukan pada penurunan peringkat utang AS ini, tapi juga masalah pengelolaan utang dua negara Eropa yaitu Portugal dan Yunani yang terancam mengalami default. Hal ini lah yang patut dicemaskan dalam jangka panjang. Tetapi beberapa pengamat menilai sektor ekonomi Indonesia tidak terlalu terkena imbas yang signifikan atas kedua hal di atas, hanya sektor finansial saja yang terkena dampaknya. Semoga masalah ini cepat teratasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s