Jakarta School of Economics, Sebuah Essai Singkat

The Jakarta School of Economics (JSE) adalah nama lain dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI). Pada mulanya, JSE digagas oleh Prof. Sumitro D tidak hanya untuk menampung pemuda yang berminat untuk mendalami teori ekonomi mikro (ekonomi perusahan waktu itu) serta ekonomi makro. Tidak hanya sekedar nama, dikutip dari peryataan guru besar ekonomi UGM yang sekarang menjadi Wakil Presiden RI Prof. Boediono, JSE merupakan salah satu mazhab ekonomi yang ingin diajarkan oleh beliau (sumber[1]). Mahzab yang dimaksud lebih menekankan pada masalah-masalah pembangunan ekonomi jangka panjang dalam perspektif sejarah (Mubyarto: 2002). Suhadi Mangunsuwondo mengembangkan argumentasi tersebut lebih jauh menjadi masalah-masalah “makro” perluasan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan dalam proses pembangunan ekonomi jangka panjang (Mubyarto: 2002 dalam Mangkusuwondo: 1987)

Mindset masyarakat Indonesia telah “tercemar” pada paham bahwa lulusan FEUI adalah seorang kaum liberalis sejati. Sesungguhnya hal itu tidak sepenuhnya benar. Di FEUI, terdapat beberapa pemikiran yang lebih dekat kepada sosialis (walau dibalik embel-embel “Ekonomi Pancasila) serta ilmu ekonomi Syariah yang menekankan pada sisi solusi dari sistem ekonomi di luar sistem ekonomi konvensional (liberal lebih tepatnya) yang telah mengalami kegagalan dalam prakteknya. Mengutip perkataan dari Suhadi Mangunsuwondo (Mubyarto: 2002[2] dalam Mangkusuwondo: 1987) bahwa

Tidaklah benar anggapan sementara kalangan yang menyatakan bahwa alumni FE-UI berpandangan “liberal”, dalam arti bahwa mereka terlalu percaya pada mekanisme pasar bebas..Mereka pada dasarnya adalah intervensionis, tidak percaya bahwa mekanisme pasar yang bebas akan menghasilkan perkembangan ekonomi yang optimal.

Dalam pernyataan di atas dapat diketahui bahwa secara implisit, paham Keynesian mendominasi pemikiran-pemikiran lulusan FEUI sehingga sangat jelas paham Keynesian berbeda jauh dengan paham Klasik maupun Neoklasik.

Walaupun FEUI tidak lagi terpaku pada jurusan Studi Pembangunan / Ilmu Ekonomi. namun sebagai salah satu fakultas ekonomi tertua di Indonesia, apakah mahzab yang dikembangkan serta merta mampu mencapai tujuannya seperti yang tercantum di atas?

Catatan sejarah menunjukkan bahwa lulusan FEUI banyak yang duduk dalam pemerintahan pusat khususnya di bidang ekonomi, dengan kata lain kebijakan yang diambil pun akan mencerminkan mahzab apa yang ada di kepala mereka. Masyarakat yang bisa menilai.


[2] Mubyarto, Meninjau Kembali Ekonomi Neoklasik, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, 2002

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s