Hati-hati Wabah NII

Pengantar dari Penulis

Penulis bukanlah salah satu dari anggota NII. Tujuan penulisan artikel ini hanyalah buah pemikiran akibat maraknya pemberitaan media tentang pembaiatan (baca: perekrutan) anggota Negara Islam Indonesia (NII) terutama di kalangan mahasiswa. Penulis berpendapat bahwa NII adalah aliran sesat karena ditinjau dari segi akidah, mereka telah bertentangan dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Bismillah. Negara Islam Indonesia (disingkat NII; juga dikenal dengan nama Darul Islam atau DI) yang artinya adalah “Rumah Islam” adalah gerakan politik yang diproklamasikan pada 7 Agustus (ditulis sebagai 12 Syawal 1368 dalam oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo di Desa Cisampah, Kecamatan Ciawiligar, Kawedanan Cisayong Tasikmalaya Jawa Barat (Wikipedia). Pada masa Orde Lama, gerakan ini sempat memicu pemberontakan karena kegiatannya yang ingin melepaskan diri dari NKRI. Kekuatan militer sampai dikerahkan untuk menumpas pemberontakan ini. Tidak hanya di Jawa, gerakan NII/DI ini terjadi di wilayah Sulawesi, kalimantan, serta Sumatera.

Well, sampai sekarang gerakan ini tetap muncul dan beregenerasi seiring waktu.  Gerakan ini memiliki struktur perekrutan mirip Multi Level Marketing, memilik target pemasukkan dan jumlah anggota tertentu demi keberlangsungan organisasi mereka. Skema perekrutan sekarang ditujukan ke remaja, baik pelajar maupun mahasiswa.Ini bisa dibuktikan dengan banyaknya (hampir 60%) anggota NII daerah Jaksel yang berhasil dihimpun oleh NII Crisis Center berstatus sebagai mahasiswa (sumber). , Dalam tahap rekrutmen, NII melakukan stalker kepada calon korbannya, mencari tahu tentang kegiatan rutin, hobi, serta keluarga. SElanjutnya, NII mengajak calon korbannya untuk bicara tentang Islam, kemudian diajak pengajian, menemui teman dari Timur Tengah, dll. Setelah tahap ini dilakukan, mereka melakukan indoktrinisasi, yaitu calon korban diambil sumpah untuk bersedia mengorbankan harta bahkan menyerahkan nyawa apabila NII meminta (Media Indonesia, 20 April 2011)

Lemahnya pemahaman kebanyakan mahasiswa Muslim terhadap Islam menjadi salah satu penyebab kenapa banyak calon anggota baru NII direkrut dari kalangan mahasiswa. Pengalaman teman penulis, ketika NII sampai ke tahap membicarakan tentang Islam, mahasiswa yang tidak memiliki pegangan/ pemahamana yang kuat apabila NII mengeluarkan argumentasi yang kuat untuk mengajak mereka bergabung ke organisasinya. bagi mahasiswa yang tahu bhawa mereka diincar NII dan mahasiswa ingin menghindar, anggota NII dengan tidak mengenal lelah mengejar mahasiswa tersebut. Parahnya, mereka (NII) sampai menguntit mahasiswa tersebut ke kosannya.

Mahasiswa yang diincar biasanya adalah mahasiswa luar daerah yang tinggal di rumah kosan. NII tidak memandang bulu apakah mahasiswa itu berasal dari keluarga kaya atau miskin, demi mewujudkan target mereka.  Sebagai mahasiswa yang berasal dari daerah dan tinggal jauh dari orang tua, alhamdulillah, penulis belum pernah didekati oleh orang-orang radikal seperti ini. Solusi unutk menghadapi organisasi-organisasi Islam radikal seperti ini adalah lebih mendalami Islam sehingga mahasiswa dapat membedakan mana yang salah dan mana yang benar dalam memandang ajaran agama Islam. Peran orang tua juga sangat penting dalam mengawasi putra-putrinya untuk tidak terjebak dalam organisasi ini. Intinya, mahasiswa harus punya landasan iman dan Islam yang kuat serta berani menolak setelah merasa terjebak dalam “lingkaran setan” NII.

NB: Link ini berisi cerita tentang mahasiswa UI yang hampir terkena perangkap NII

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s