Probolinggo Kota Ulat Bulu

Hampir sebulan, sebagian wilayah Jawa Timur “diserang” oleh sekumpulan ulat bulu yang tidak diundang kedatangannya. Pemberitaan yang muncul selama itu juga membuat Probolinggo yang beberapa waktu lalu di-ekpose karena erupsi Gunung Bromo, sekarang disorot media kembali karena fenomena langka; serangan ulat bulu. Sebagian besar wilayah yang terkena serangan ini mayoritas adalah wilayah yang dekat dengan gunung Bromo. Wilayah paling parah yang terkena dampak ulat bulu adalah sebagian Kabupaten Probolinggo. Selama delapan belas tahun hidup disana, penulis pun belum pernah menemui fenomena seperti ini. Bahkan ini mungkin salah satu fenomena yang datang pada tiga puluh tahun terakhir. Aneh namun nyata, kawan!

Probolinggo dikenal dengan sebutan Bayuangga. Bayu bermakna angin karena setiap tahunnya kota ini tak pernah alpa terkena tiupan angin Gending. Angga berarti anggur dan mangga, menunjukkan kota ini terkenal dengan sentra produksi anggur serta mangga, terutama mangga Arum manis yang memiliki ke-khas-an daripada mangga-mangga yang diproduksi di daerah lain. Probolinggo dikenal pula dengan wisata gunung Bromo dan arung jeram Sungai Pekalen.  Namun, bertambah satu lagi sebutan bagi kota ini; Kota Ulat Bulu🙂

Spesies ulat bulu yang menyerang Probolinggo adalah Arctornis Submarginata, salah satu spesies dari 120.000 spesies ulat bulu yang ada di dunia (Kompas, 9 April 2011). Ulat ini ditengarai adalah hama dari tanaman mangga dan kayu manis. Ditengarai sebab munculnya kawanan ulat bulu ini adalah erupsi Gunung Bromo yang beberapa bulan lalu melanda Probolinggo. Ngengat yang tinggal di kawasan hutan dekat Gunung Bromo bermigrasi ke wilayah penduduk karena habitat tempat tinggalnya yang lama. Ngengat yang bermigrasi ke wilayah penduduk ini tertarik dengan lampu-lampu rumah warga, sehingga pada akhirnya mereka menguasai pepohonan khususnya pohon mangga di wilayah itu.

sumber: Kompas ePaper, 9 April 2011

Predator alami seperti lebah maupun burung-burung pemakan serangga belum siap “menyambut” kedatangan ngengat-ngengat itu sehingga mereka kewalahan untuk menghadapi mereka.  Menurut pengamatan penulis, predator alami seperti burung banyak diburu oleh masyarakat sekitar serta ada kemungkinan debu Gunung Bromo menutupi sarang –sarang tempat menetaskan telur mereka. Menurut data Kementerian Pertanian, sebanyak 14.813 pohon mangga di Probolinggo diserang ulat bulu (Kompas, 9 April 2011). Secara ekonomi ini tentunya sangat merugikan.Asumsikan saja pohon mangga yang produktif jika saatnya musim mangga dapat menghasilkan sekitar 3 kilo mangga. Harga jual per kilo mangga sekitar Rp 10.000. Total kerugian potensial menurut data di atas berarti (14.813 x 3 x 10.000) = Rp 444.390.000. Wow, angka yang tidak sedikit, hampir setengah milyar rupiah! Untungnya kejadian ini tidak bertepatan dengan musim mangga sehingga petani atau warga yang menanam pohon mangga bisa melakukan perbaikan kembali terhadap tanamannya.

Langkah penanganan yang dilakukan pemerintah yaitu melakukan fogging pada tempat-tempat yang diserang ulat bulu. Hasilnya cukup efektif. Jumlah ulat bulu mulai berkurang. Namun, penangan dari pemerintah daerah kurang begitu sigap serta terkesan asal-asalan dalam melakukan fogging menyebabkan dampak kerusakan yang ditimbulkan lebih besar apabila pemerintah lebih sigap dalam penanganan masalah ini.

Diluar itu, pemerintah tidah sepenuhnya dijadikan kambing hitam atas masalah ini. Ketidakselarasan manusia dengan alam berimplikasi pada kekacauan siklus dari sebuah subsistem alaminya. Penembakan serta penggunaan pestisida kimia menjadi penyebab kenapa meledaknya populasi ulat bulu ini muncul.

Hiduplah berdampingan dengan alam, baik-baiklah dengannya, karena alam dan manusia merupakan pasangan serasi yang pernah Tuhan ciptakan

Kasus ulat bulu di Probolinggo ini adalah satu dari ratusan contoh yang ada di sekitar kita jika tidak ada rasa memiliki serta tanggung jawab dari manusia untuk mengurus lingkungan alam ini.

Elsa Ryan R

(masih) warga Probolinggo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s