Guru dan Murid

Hampir setahun ini, gw jadi pengajar di sebuah bimbel yang lumayan punya nama, ngajar berbagai tingkatan, mulai dari SD sampai SMA (yang terakhir ini jarang sih). Sebuah kontradiksi yg gw temuin, mereka itu ternyata kebanyakan dari kalangan ekonomi menengah ke atas. Gw tahu cz karena gw liat hape (baca: handphone) mereka bagus-bagus. Gw mikir, wow, tajir-tajir juga mereka.

Bahkan ada yang pernah liat mereka bawa mobil, Otak gw mulai berpikir, kalau mereka termasuk kalangan menengah ke atas, pasti mereka dapet asupan gizi yang mencukupi, pendidikan yang pasti lumayan berkualitas, dan tentunya fasilitas yang lebih dibandingkan anak-anak yang lain.

Menurut gw, mereka cuma kurang satu hal; motivasi! Sebenernya mereka bisa meningkatkan preatasi akademik mereka tanpa ikut bimbel, tapi mereka kurang pede dan kurang disiplin. Gak salah juga kalo mereka butuh motivasi dan tambahan pelajaran di bimbel, tapi mereka sebenernya gampang untuk memotivasi diri mereka sendiri. Coba mereka mereka liat temen-temen mereka yang tidak seberuntung mereka, yang ga bisa ikut bimbel karena ada hal lain yang lebih mendesak daripada ikut bimbel.

“Keadaan yang membuat kita bisa lebih daripada orang lain”

Kebanyakan dari kita harus dipaksa untuk menjadi orang sukses, harus disuruh untuk bisa menjadi orang yang lebih baik. Kita dalah murid sekaligus guru untuk diri kita sendiri. Dari kita, untuk kita..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s