IP Bagus + Sombong = Bukan Apa-apa

11 Oktober 2010, 7.40 p.m. , kamar kos yang senyap..

Tadi siang, aku baru saja mendapatkan pelajaran yang berharga dari seorang temanku. Dia memintaku untuk “mengajarinya” mata kuliah yang menurut teman-teman satu angkatan menjadi “the most dangerous subject”; ekonometrika. Yup! Setelah membaca sms-nya, kagetnya bukan main. Tertawa sebentar (dalam hati) sekaligus surprised. Bukan karena apa. Dia memiliki IP yang tinggi, lebih tinggi dariku. Semester pertama saja, dengar-dengar IP-nya mencapai 3,9x. Hal yang tidak masuk akal apabila the dumb person (baca: penulis) “mengajari” the genius one. Aneh bukan!

Akhirnya, dengan sedikit negosiasi (baca: rayuan) darinya, akhirnya aku bersedia “belajar bareng” (baca: mengajarinya!). Setelah acara organisasi di selasar dekanat, kami menyepi di tempat yang agak sepi, masih di selasar dekanat. Awalnya, dia menanyakan rumus apa yang dipakai untuk mencari suatu parameter, kemudian aku beritahu rumusnya serta sedikit penjabaran tentangnya.

Menit demi menit berlalu, terlihat dia memang belum menguasai fundamental mata kuliah tersebut. Iseng, aku bertanya kepadanya.

Elsa (E): eh, bukannya lu lebih pinter daripada gue ya? Kenapa lu minta ajarin gue?

Teman Elsa (TE): enggak, ah. Lu lebih pinter daripada gue. Gue gak tau apa-apa soal ini.

 

Dia berusaha memujiku agar dia mau mengajarinya di lain waktu, sepertinya. Asal  tahu saja teman, Elsa kagak mempan di puji kayak gitu!!! Sama aja membiarkan setan masuk ke diri gue! Oke, kita lanjutkan percakapannya.

 

E:  enggak ah, lu masih lebih pinter daripada gue. Statu (statistika satu) gue juga gak bagus-bagus amat kok. (Nb: Statistika 1 adalah salah satu kunci belajar ekonometri).

TE: Emang statu lu dapat berapa?

E: Ya, segitu lah pokoknya..

TE: Lu tau gak, walaupun nilai statek (baca: statistika ekonomi) dan statu gue 100, tapi kalo lu tanya soal statek dan statu gue udah lupa semua..

E: (dalam hati: Anjr*t, ni anak masih bisa aja belagu).

E: Ohh, gitu ya… (sambil angguk-angguk kepala)

Dst.

 

Dari sini, ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik.

1. Kuliah itu cari ilmu, bukan cari nilai!

2. kalo ada maunya, orang itu pasti muji-muji kita, yang bikin kesempatan buat setan masuk ke tubuh kita

3. Jangan lupakan ilmu yang udah kita dapet, terbukti itu berguna buat kita di masa depan.

4. Segalanya bisa didapat jika IP kita bagus, tapi IP bukan segala.

5. Jangan sombong.

6. Dunia hampir kiamat, semuanya serba kebalik, cepet tobat semuanya J

 

Akhirnya, walaupun dengan sedikit rasa dongkol, Alhamdulillah masih sempet sharing ilmu ke orang lain, biar ilmu yang aku miliki bermanfaat. Amiin.

Semoga tulisan ini bisa menjadi renungan bagi kita semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s