PTKL Goes to Kutek

Akhirnya, inget juga buat nulis soal ini. Yap, dari judulnya mungkin aneh ya, PT Kertas Leces (PTKL) yang ada di Probolinggo kok bisa sampe ke Kutek (kukusan teknik, salah satu daerah di depok). Lihat foto ini deh

Foto di atas no hoax dan no sotosop (kecuali untuk sensor no. telepon biar yang punya kosan gak diteror sama pembaca, hehe), diambil dengan kamera hape kesayangan gue Nok*a 3230. Awalnya iseng aja pas maen-maen ke tempat temen yang nge-kos disitu juga, eh gak taunya nemu ini. Oia, foto yang ada nama kos-kosannya itu bukan bermaksud buat promosi loo, lagian gue gak kos disitu cz budget line gue masih di bawah indifferent curve untuk kosan (baca: harga sewa kosan disitu kemahalan) hehe…

Setelah ditelusuri, ternyata senior angkatan pertama yang kuliah di FE pernah kuliah disitu dan nempel stiker itu yang disinyalir kamar itu dulunya adalah kamarnya. Wew!

Kesimpulannya, PTKL sebenernya udah dikenal masyarakt kutek. Yaa, walaupun gak semua, tapi paling gak, anak-anak yang dikosan situ dan yang pernah maen-maen disana tau kalo Kertas Leces itu ada!

Saran buat para bapak-bapak direksi PTKL dan kep-sek SMATAR, gimana kalo ntar pas kelulusan alumni baru atau reuni kabar lagi, kenang-kenangannya itu stiker yang gambarnya SMATAR TDZ dan PTKL, jadi secara gak langsung buat alumni SMATAR yang kuliah di luar kota (bukan di AMIK TARUNA, UPM, dan daerah Probolinggo dan sekitarnya,  hehe..) bisa “menjajah” kosan mereka dengan stiker-stiker bergambar SMATAR dan PTKL. SMATAR dan PTKL adalah suatu hal yang gak bisa dipisahkan. Dengan begitu, orang akan tahu, ooh ini toh PTKL, ooh ini toh SMATAR, ohh ternyata alumni SMATAR bisa eksis di luar kota 🙂

Mungkin ide ini agak sedikit konyol, tapi gak ada salahnya kalo ini direalisasikan, bukan. Gue gak abis pikir kalo ada alumni SMATAR yang kuliah di NUS, NTU, atau Jepang, misalnya, nempel stiker ini di suatu tempat yang di-”halalkan”, kan lumayan, bisa sekalian promosiin PTKL sampai ke internasional, wakakakaka…

Gilaa, gilaa..

Udah ah, segini dulu, ntar dilanjutin lagi ama ide-ide extraordinary lainnya. Semoga bermanfaat!

IP Bagus + Sombong = Bukan Apa-apa

11 Oktober 2010, 7.40 p.m. , kamar kos yang senyap..

Tadi siang, aku baru saja mendapatkan pelajaran yang berharga dari seorang temanku. Dia memintaku untuk “mengajarinya” mata kuliah yang menurut teman-teman satu angkatan menjadi “the most dangerous subject”; ekonometrika. Yup! Setelah membaca sms-nya, kagetnya bukan main. Tertawa sebentar (dalam hati) sekaligus surprised. Bukan karena apa. Dia memiliki IP yang tinggi, lebih tinggi dariku. Semester pertama saja, dengar-dengar IP-nya mencapai 3,9x. Hal yang tidak masuk akal apabila the dumb person (baca: penulis) “mengajari” the genius one. Aneh bukan!

Akhirnya, dengan sedikit negosiasi (baca: rayuan) darinya, akhirnya aku bersedia “belajar bareng” (baca: mengajarinya!). Setelah acara organisasi di selasar dekanat, kami menyepi di tempat yang agak sepi, masih di selasar dekanat. Awalnya, dia menanyakan rumus apa yang dipakai untuk mencari suatu parameter, kemudian aku beritahu rumusnya serta sedikit penjabaran tentangnya.

Menit demi menit berlalu, terlihat dia memang belum menguasai fundamental mata kuliah tersebut. Iseng, aku bertanya kepadanya.

Elsa (E): eh, bukannya lu lebih pinter daripada gue ya? Kenapa lu minta ajarin gue?

Teman Elsa (TE): enggak, ah. Lu lebih pinter daripada gue. Gue gak tau apa-apa soal ini.

 

Dia berusaha memujiku agar dia mau mengajarinya di lain waktu, sepertinya. Asal  tahu saja teman, Elsa kagak mempan di puji kayak gitu!!! Sama aja membiarkan setan masuk ke diri gue! Oke, kita lanjutkan percakapannya.

 

E:  enggak ah, lu masih lebih pinter daripada gue. Statu (statistika satu) gue juga gak bagus-bagus amat kok. (Nb: Statistika 1 adalah salah satu kunci belajar ekonometri).

TE: Emang statu lu dapat berapa?

E: Ya, segitu lah pokoknya..

TE: Lu tau gak, walaupun nilai statek (baca: statistika ekonomi) dan statu gue 100, tapi kalo lu tanya soal statek dan statu gue udah lupa semua..

E: (dalam hati: Anjr*t, ni anak masih bisa aja belagu).

E: Ohh, gitu ya… (sambil angguk-angguk kepala)

Dst.

 

Dari sini, ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik.

1. Kuliah itu cari ilmu, bukan cari nilai!

2. kalo ada maunya, orang itu pasti muji-muji kita, yang bikin kesempatan buat setan masuk ke tubuh kita

3. Jangan lupakan ilmu yang udah kita dapet, terbukti itu berguna buat kita di masa depan.

4. Segalanya bisa didapat jika IP kita bagus, tapi IP bukan segala.

5. Jangan sombong.

6. Dunia hampir kiamat, semuanya serba kebalik, cepet tobat semuanya J

 

Akhirnya, walaupun dengan sedikit rasa dongkol, Alhamdulillah masih sempet sharing ilmu ke orang lain, biar ilmu yang aku miliki bermanfaat. Amiin.

Semoga tulisan ini bisa menjadi renungan bagi kita semua.

Antisipasi Flu Burung: Sebuah Artikel

artikel ini dulu dibikin pas mau lomba mading 2D dengan temaflu burung. Thanks buat rekan-rekan satu kelompok (Dewi Hermawati (UI, sastra Inggris), Septiana Anneke (UM, Biologi), dan Gita Pamela (UI, FIK)). Berkat kalian, tim kita jadi juara 2!! Horayy 🙂

okey, cokidot this article

 

Flu burung (Avian influenza) adalah infeksi oleh virus flu yang biasanya terjadi pada burung. Burung-burung liar di seluruh dunia membawa virus-virus itu dalam usus mereka, tetapi burung-burung ini biasanya tidak sakit. Namun, lflu burung cepat sekali menular pada burung-burung dan dapat menyebabkan burung-burung piaraan, termasuk ayam, itik, dan kalkun sakit dan mati.

 

 

1. Dapatkah virus flu burung menginfeksi manusia?

Virus flu burung biasanya tidak menginfeksi manusia, namun memang telah menjadi beberapa infeksi pada manusia yang disebabkan oleh beberapa jenis virus flu burung yang berbeda. Ini telah terjadi sejak tahun 1997. Kadang-kadang virus tersebutdari burung-burung yang terinfeksi atau zat yang terinfeksi (kotoran burung) ke manusia. Meskipun terjadi wabah yang luas pada burung, tetapi biasanya sedikit sekali manusia yanh terkena infeksi tersebut.

2. Apa saja gejala flu burung pada manusia?

Gejala flu burung pada manusia berkisar dari gejala seperti flu biasa (demam, batuk, radang tenggorokan, dan nyeri otot)sampai infeksi mata, radang paru-paru, penyakit pernapasan parah (seperti pernapasan akut), dan komplikasi-komplikasi lainnya yang parah dan mengancam kehidupan. Gejala-gejala flu burung mungkin tergantung pada virus mana yang menyebabkan infeksi.

3. Apa yang dilakukan saat ini untuk menghentikan flu burung?

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan banyak negara sedang bekerja-sama untuk menangani masalah flu burung.

  • Upaya-upaya untuk memberantas infeksi pada unggas.
  • Upaya-upaya unutk mengurangi kemungkinan manusia terinfeksi oleh flu burung dan
  • Pengawasan Hewan: Sejak virus tersebut diketahui menginfeksi burung, langkah pertama yang terpenting dalam menghentikan flu burung adalah mengidentifikasi dan mencegah penyebaran virus tersebut pada unggas. Penggabungan pengawasan, karantina, pemusnahan burung-burung yang sakit dan vaksinasi unggas merupakan beberapa langkah yang kini tengah dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus ini.
  • Pengawasan Kesehatan Manusia: WHO mengkoordinasikan tindakan internasional PBB di bidang ini. Karenaflu burung dan flu pandemic keduanya merupakan ancaman bagi orang-orang, WHO bekerja-sama dengan pemerintah dan mitra-mitra lainnya untuk meningkatkan pemantauan terhadap virus flu dan infeksi pada orang-orang, peningkatan ketersediaan obat-obat antiretroviral dan pengurangan waktu yang diperlukan untuk membuat vaksin flu burung, serta pengembangan beberapa rencana darurat (contingency plan)

4. Bagaimana cara mengobati flu burung pada manusia?

Virus H5N1 yang berkembang sekarang ini tampaknya sensitif dua obat antiviral, oseltamavir, dan zanamavir, yang memiliki efek langsung terhadap flu burung terhadap virus flu. Banyak(tetapi tidak semua) virus yang ada sekarang nampak resisten terhadapdua obat antiviral yang berbeda. Meskipun oseltamavir dan zanamavir akan efektif jika digunakan lebih awal, tetapi baru sedikit pengalaman langsung dengan obat-obat ini dalam mengobati orang-orang yang sakit dengan virus H5N1.

 

 

Rekomendasi untuk Menghindari Flu Burung

Rekomendasi berikut mungkin akan sangat berguna bagi Anda dan keluarga yang melakukan perjalanan atau tinggal di daerah-daerah dimana terdapat laporan mengenai penularan fluburung H5N1 pada unggas atau kasus manusia manusia yang terinfeksi. Rekomendasi ini dapat direvisi mengingat semakin banyaknya informasi yang ada

1. Hindari kontak langsung dengan  unggas yang masih hidup atau sudah mati atau burung-burung liar atau kotorannya dan menghindari tempat-tempat dimana kemungkinan terdapat unggas-unggas yang terinfeksi virus H5N1, seperti peternakan ayam komersial atau peternakan ayam yang ada di halaman belakang rumah dan pasar unggas.

2. Hindari makan daging unggas atau produk unggas / telur yang tidak matang atau kurang matang, termasuk makanan yang terbuat dari darah unggas yang tidak matang.

Seperti halnyapenyakit menular lainnya, salah satu langkah preventif yang paling penting adalah mencuci tangan sesring mungkin dengan bersih. Membersihkan tangan menggunakan sabun dan air (atau tanpa air: membersihkan tangan dengan alcohol jika tidak ada sabun dan tangan tidak kelihatan kotor), membersihkan dari kulit Anda zat-zat yang dapat menyebabkan penularan dan membantu mencegah penularan penyakit.

Tidak Ada Manusia Yang Sempurna

Abis mengekploitasi  laptopku tersayang (duh bahasanya), ternyata ada tulisan menarik yang mungkin bisa jadi renungan bagi kita semua. Sebenernya bukan tulisan asli yang dibuat penulis jadi gak ada sumber jelasnya, hehe. tapi di header-nya ada tulisan inner world, mungkin pembaca ada yang tahu. Semoga bermanfaat

===================================================================================

Ini kisah perjumpaaan dua orang sehabat yang sudah puluhan tahun berpisah. Mereka berkangen-kangenan, ngobrol santai sambil minum kopi di sebuah cafe. Awalnya topik yang dibicarakan adalah soal-soal nostalgia zaman sekolah dulu, namun pada akhirnya menyangkut kehidupan mereka sekarang ini.

 

“Ngomong-ngomong, mengapa sampai sekarang kamu belum menikah?” ujar seorang kepada temannya yang sampai sekarang masih membujang.

“Sejujurnya sampai saat ini saya masih terus mencari wanita yang sempurna. Itulah sebabnya saya masih melajang. Dulu waktu saya di Bandung, saya berjumpa dengan wanita yang cantik yang amat pintar. Saya pikir inilah wanita ideal saya dan cocok menjadi istri saya. Namun belakangan di masa pacaran ketahuan dia amat sombong. Hubungan kami putus sampai disitu”.

 

“Di Yogyakarta saya ketemu seorang perempuan yang cantik jelita ,ramah dan dermawan. Pada perjumpaan pertama aku kasmaran. Hatiku berdesir kencang, inilah wanita idealku. Namun belakangan saya ketahui, ia banyak tingkah dan tidak bertanggung jawab”.

 

“Dan ketika aku di Jakarta, aku ketemu wanita yang manis, baik, periang dan pintar. Dia sangat menyenangkan apalagi bila diajak berbicara, selalu nyambung dan penuh  humor. Tapi terakhir aku ketahui kalau dia dari keluarga yang berantakan dan selalu menuntut. Akhirnya kami berpisah”.

 

“Saya terus mencari, namun selalu mendapatkan kekurangan dan kelemahan pada wanita yang saya taksir. Sampai pada suatu hari, saya bersua dengan wanita ideal yang saya dambakan selama ini. Ia begitu cantik, pintar, baik hati, dermawan dan penuh humor. Dia juga sangat perhatian dan

sayang kepada orang lain. Saya pikir inilah pendamping hidup saya yang dikirim oleh Tuhan untuk saya”.

 

“Lantas”, sergah temannya yang dari tadi tekun mendengarkan “Apa yang terjadi? Mengapa kamu tidak langsung meminangnya?”.

 

Yang ditanya diam sejenak dan akhirnya dengan suara lirih si bujangan itu menjawab, “Baru belakangan aku ketahui bahwa ia juga sedang mencari pria yang sempurna”.

 

Cerita ini memberi pelajaran kepada kita bahwa sesungguhnya tidak ada manusia yang diciptakan sempurna. Kelebihan dan kekurangan selalu menyertai setiap proses penciptaan manusia. Kesempurnaan itu hanyalah milik Tuhan.

 

Jadi sepertinya kita dituntut untuk tidak menyia-nyiakan apa yang sudah ada di hadapan kita, karena belum tentu kita nanti akan mendapatkan yang lebih baik dari yang sekarang kita dapat, dalam hal apapun. Dan jika kita menginginkan seseorang yang sempurna, semestinya kita harus berkaca dahulu, apakah kita sudah sempurna di hadapan orang lain.

Constraints of Economic Growth in Pakistan and Indonesia

In developing countries economy, there are several constraint to reach an optimum economic growth. In developing countries, the most constraints are lack of saving, corruption, and low human capital. Calculating the GDP of a country is the easiest way to know the country growth. I will explain the constrain faced with Pakistan and Indonesia.

A. Three Gap Approach of Constraint in Pakistan[1]

Zafar Iqbal in his paper shows that there are three gap approach to measure constraint in Pakistan. Each of  constraint provided with some equations, but I will not explain that deeply in this essay.

  1. Foreign Exchange Constraint

The Foreign Exchange Constraint refers to the growth of an economy being limited by the availability of foreign exchange for importing capital goods.

  1. Savings Constraint

The Savings constraint refers to the situation when the growth  of an economy is limited by the availability of domestic saving for investment.

  1. Fiscal Constraint

The fiscal constrain is intended to reflect the impact the availability of resources to finance the public investment required to support a level of potential output.

In the results, three gap model is used to examine selected macroeconomic constraint to Pakista economic growth over the 1977-1992. The result of foreign exchange constraint equation show that a real devaluation and the growth in foreign demand allow and accelerated of growth of potential GDP. In contrast, the result of the savings constraint shoe real devaluation and increases in foreign demand reduce Pakistan’s potential output growth , while increasing capacity utilization accelerates the rate of growth of potential GDP. Finally, the fiscal constraint equation shows that the growth of potential output increases with higher capacity utilization.

B. Legal and Bureaucratic as A Constraint of Economic Development in Indonesia[2]

According World Bank data in 2004, the private sector is the main driver of economic growth, especially in Indonesia. To create private sector, government around the world have implemented wide ranging reform. Furthermore, it recognized that the legal system and government regulation of business activity affect private sector performance to a significant extent . The variable observed in this research are enforcing contracts, closing a business, starting a business, hiring and firing workers, paying taxes, registering property, dealing with licenses, and trading across borders.

This research also told that there is some difficulties doing business during former second Indonesia president, Soeharto. One of the key empirical findings of these studies provides an alternative explanation for the obstacles to private sector activities—namely, that countries with a French civil law heritage appeared to perform worst on quite a wide range of indicators of financial and economic development[3]. Indonesia has implemented Dutch law because Indonesia is a former Dutch colony. In other hand, Dutch law is in the French civil law tradition.

In conclusion, the Soeharto’s regime made the business climate in Indonesia is not appropriate for investor starting a business for private sector because he and his family own the important sector of economies and doing collusion. Besides, French civil law implemented by Indonesia also made some difficulties to start business in this country.


[1] Zafar Iqbal. Constraint to The Economic Growth of Pakistan: A Three Gap Approach. The Pakistan Development Review. 1995

[2] Ross H. McLeod. Doing Business in Indonesia: Legal and Bureaucratic Constraints.The Australian National University. 2006

[3] La Porta, et.al. 1998 in Ross H. McLeod. Doing Business in Indonesia: Legal and Bureaucratic Constraints.The Australian National University. 2006