Sepatah Kata tentang Hidup

2 September 2010, 7:36 PM waktu laptop

Sudah lebih dari satu setengah tahun aku merantau di “tanah” orang, berpeluh keringat  demi meraih cita-cita, dan juga masa depan.  Lebih dari setahun hidup seorang diri, kadang kala termenung sendirian di kamar ukuran 3×2,5 meter. Termenung, bukan melamun. Mengingat masa-masa yang dulu pernah lewat dan akan terlewati. Selalu berpikir hidup ini terlalu singkat. Hidup terlalu disia-siakan, bagi orang-orang yang tidak mengerti bahwa terlalu kejam untuk mereka yang menyia-nyiakannya. Hidup itu pilihan, hidup itu perjuangan. Berjuang untuk memilih, memiih untuk berjuang. Sama saja.

Hidup itu singkat, kawan! Percayalah! Hari ini, jam 9 pagi, kawan satu angkatanku baru saja dipanggil sang Kuasa untuk menghadap-Nya. Sungguh, aku kaget benar setelah tahu dia pergi begitu cepat. Baru kemarin dia duduk dibelakangku di mata kuliah sistem  ekonomi, berbaris dibelakangku untuk membentuk kelompok bersama. Baru kemarin rasanya, dia memintaku untuk belajar bersama mata kuliah matematika ekonomi lanjutan bersamaku, dengan senang hati aku belajar bersamanya di asrama, sampai waktu itu pukul 9 malam. Aku masih ingat betul. Selamat jalan, kawan. Meskipun kita baru satu tahun kenal, entah mengapa memori yang melekat kuat, dipikiranku. Selamat jalan , kawan. Semoga engkau mendapat tempat yang baik disana J

Hmm, hidup itu untuk berjuang. Berjuang untuk hidup. Tak ada gading yang tak retak memang, tapi setidaknya kita bisa menutupinya..

Satu tahun terasa begitu cepat. Entah mengapa, apa aku yang berpikir seperti itu atau waktu memang berjalan begitu cepat sehingga kita lalai karenanya.

Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang ysng beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran (Q.S. 103, 1-3)

Kadang kala setiap kali melihat ke atas, kita lupa bahwa masih ada orang-orang dibawah kita. Nikmat yang diberikan-Nya terkadang terasa kurang, rupanya. Kadang kala, kalau kita lupa tujuan hidup kita ini apa, dunia akan mempermainkan kita. Hidup memang kejam, kawan! Percayalah!

Hidup itu untuk memilih. Memilih untuk hidup. Hahahaa..

Kenapa ya harus memilih? Andaikan hanya ada satu pilihan, tentunya lebih gampang tentunya. Andaikan hanya ada SATU pilihan. SATU.

Terlalu sulit, terlalu ribet. Sudah ah. Aku saat ini hanya ingin sendiri, menikmati kehidupan, menjelajahi belahan lain dunia, melihat hasil karya-Nya yang tersembunyi di suatu tempat, seorang diri.

Tapi apakah tidak lebih indah jika ada seseorang disamping kita yang menemani perjalanan kita?

Sudahlah, itu ada waktunya, kawan! Tidak sekarang, mungkin di lain waktu.  Sendiri itu bukan berarti buruk, sendiri itu tidak berarti jelek. Bebas.

Aku ucapkan selamat untuk orang yang dulu pernah MEMILIH untuk lebih memikirkan KESENDIRIANNYA. Pilihan Anda TEPAT SEKALI ! Aku merasa NYAMAN sekarang.

3 thoughts on “Sepatah Kata tentang Hidup

  1. hahahahaha. .
    sendiri itu bebas kawan!
    alam pun akan menyaksikan kesendirianmu dan tak kesendirianmu dulu!

    penantian suci itu lebih indah daripada ego sesaat tanpa akal!
    hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s