Refleksi Tanah Kelahiran

Tulisan ini diambil dari milis kakak-kakak kelas yang sudah lulus dari SMA Taruna tercinta. Penulis adalah M. Halley Yudhistira, kakak kelas angkatan tahun 2005 (kalau ga salah), yang beberapa tahun kemarin lulus dari pendidikan sarjana di Universitas Indonesia. Semoga tulisan ini membawa inspirasi nagi kita untuk memajukan Probolinggo, khususnya SEkolah kita tercinta, SMA Taruna D.Z.

Refleksi Tanah Kelahiran

“The most valuable of all capital is that invested in human beings”
(Theodore W. Schultz, Nobel Winner for Economics, 2007)

Robert Solow pun mengajukan hal yang sama dalam teory pertumbuhan ekonomi. Pun demikian halnya Paul Romer, yang kita kenal dengan Endogenous growth theory. Ketiganya serupa, meskipun dengan transmisi yang berbeda, bahwa pendidikan sangatlah positively correlated dengan pertumbuhan. Tenang, saya tidak ingin berceloteh tentang berbagai teori ekonomi. Saya hanya ingin mencoba merefleksikan apa yang saya amati tentang tempat kelahiran saya. Tepatnya, ‘sesuatu’ tentang probolinggo, 100 kilometer arah tenggara Surabaya.

Terakhir kali pulang ke tanah kelahiran tahun lalu, memang pembangunan telah cukup maju terlihat, tercermin dari masuknya salah satu Hypermarket di sana. Pun beberapa infrastruktur tampak mulai lebih baik. Sayangnya, satu hal krusial yang tidak maju secepat pembangunannya, kualitas sumber daya manusia.

Masih teringat guyonan saya dan teman2 semasa SMA. Konon, kabupaten Probolinggo merupakan daerah dati II dengan pendidikan tertinggi kedua di Jawa Timur. Serius? Ya, dari bawah. Terlepas ini benar atau tidak, kenyataan memang mau tidak mau berbicara demikian. RKPD 2008 menunjukkan bahwa masih banyak anak didik yang seharusnya memasuki jenjang pendidikan berikutnya ternyata masih duduk dibangku SD. Lebih jauh lagi, APK untuk SLTA sebesar 48,09 % yang artinya bahwa masih ada anak yang belum memperoleh kesempatan pendidikan baik ditingkat lanjutan pertama maupun lanjutan atas. Tidak mengherankan, vicious circle teraplikasikan. Tingkat kemiskinan mencapai 40 persen.

Padahal, saya haqqul yakin bahwa banyak SDM Probolinggo berkualitas yang terbentuk. Masih segar di ingatan saya, beberapa waktu yang lalu saat mendaftarkan adik ke bimbel NF untuk persiapan UMB. Saya katakan bahwa saya dan adik berasal dari probolinggo. Serta merta, sang koordinator yang sedang berbicara kepada saya nyeletuk bahwa ada sebuah sekolah unggulan di sana, namanya SMA Taruna. Dengan bangga saya katakan, ya…kami berdua dari sana. Sayangnya, disparitas ekonomi-spasial menganga lebar. Akibatnya, bukannya spillover effects yang terjadi, sebaliknya backwash effects yang muncul. SDM berkualitas tersedot ke kota-kota besar yang tumbuh pesat, menyisakan SDM ‘biasa saja’ di daerah asal. Sang SDM berkualitas, setelah melanjutkan pendidikan tinggi, cenderung tidak kembali. Alasan klasik, gap gaji yang begitu besar.

Sampai titik ini, saya bukan ingin menjustifikasi siapa yang benar dan siapa yang salah. Tidak, bukan itu. Kalau boleh saya ulang pernyataan di awal, ini hanya sebuah refleksi dari sebuah pengamatan sekilas. Masih debatable. Yang ingin saya ajukan adalah apa yang bisa kita berikan dan sumbangkan sehingga 30 tahun lagi misalnya, anak cucu kita ketika ada orang bertanya tentang asal usulnya, dengan bangga menjawab, “saya anak Probolinggo dan saya bangga karenanya”

Yudhis
‘anak desa yang masih menyimpan keinginan untuk kembali’

Hal apa yang bisa kita ambil dari tulisan di atas ?

1. Sebagai murid / mantan murid SMATAR, sudah seharusnya kita punya tanggung jawab untuk memajukan civitas sekolah kita tersebut, walaupun kita berasal dari berbagai daerah, yang lahir tidak hanya di Probolinggo saja, namun tanggung jawab itu perlu.

2. SMATAR sudah di kenal di Jakarta. Keren !

3. Jadilah SDM-SDM yang berkualitas agar bisa memajukan Probolinggo dan SMATAR yang kita cintai ini.

semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s