SMATN vs SMATAR

Sama2 punya nama TARUNA, tapi kenapa prestasi SMA Taruna Dra. Zulaeha Probolinggo dengan SMA Taruna Nusantara Magelang bagai langit dan bumi, bukan, bagai langit dan SUMUR ?!
Juuuuaaaaauuh sekali…

Yaah, mungkin karena hal klasik yang dinamakan DANA yang membuat perbedaan itu jelas dan tampak nyata bagi kita.
Perhatikan saja prestasi SMA Taruna Nusantara (SMATN) dengan SMA Taruna Dra. Zulaeha (SMATAR) tahun 2008 kemarin pada Olimpiade Sains Nasional yang diadakan di Makassar, Sulawesi Selatan kemarin.Pada Olimpiade Sains Nasional yang berlangsung di Kota Makasar – Sulawesi Selatan pada tanggal 9 – 13 Agustus 2008, siswa SMA Taruna Nusantara meraih 4 medali emas, 2 medali perak dan 5 medali perunggu atas nama :

– Adika Zhulhi Arjana – Emas Kimia
– Dimas Ramadhan AF – Emas Kimia
– Andreas Kurniawan – Emas Ekonomi
– Halwan Fuad Bayuangga – Emas Biologi
– Dewi Niara Astuti – Perak Geologi
– M Ibrahim Isa – Perak Ekonomi
– Stevan Cahyono – Perunggu Fisika
– Mahdi Mahendra – Perunggu Fisika
– Setyo Wardoyo – Perunggu Matematika
– Timbul Jaya – Perunggu Biologi
– Pramudya Ananta – Perunggu Matematika

(sumber:http://taruna-nusantara-mgl.sch.id/id)

Sedangkan SMATAR tidak ada satupun wakilnya yang lulus tingkat provinsi. Tragis !!

Kapan SMATAR bisa mencapai raihan seperti itu ??
PASTI BISA !!
TAPI KAPAN ??

Lulus dari tingkat provinsi Jatim saja sudah untung2an, apalagi meraih emas OSN. Sebenarnya bukan hal yang mustahil bagi murid2 SMATAR untuk meraih itu. Ibu Dra. Zulaeha, pendiri sekolah kita tercinta ini, memberi nama TARUNA agar semua murid
di sekolah Taruna berpenampilan seperti taruna-taruni yang bisa kita lihat pada pendidikan militer. Memang dahulu pada awalnya, SMATAR menerapkan disiplin ala militer, mewajibkan siswanya berpotongan cepak, yang siswi juga harus memiliki potongan rambut ala taruni. Sanksi yang diberikan pun tidak main2. Berat. Kesadaran dari semua pihak mutlak diperlukan untuk menumbuhkan rasa disiplin tinggi seperti ini. Hasilnya pun memuaskan. Lulusan SMATAR banyak yang diterima di PTN pada waktu itu.

Seiring berjalannya waktu, SMATAR yang dikenal mempunyai rasa disiplin yang tinggi menurut masyarakat sekitar Kab./Kota Probolinggo ini lambat laun mulai menurun tingkat kesadarannya. Aturan2 yang dibuat pihak sekolah seakan2 dibuat untuk dilanggar, bukan untuk dipatuhi. Aturan2 itu disepelekan begitu saja, seolah ada namun tidak ada gunanya bagi mereka. Jika dipikirkan lebih jauh, aturan2 itu sebenarnya bertujuan untuk membuat siswa semakin disiplin.

Namun pada kenyataannya, aturan itu diakali sedemikian rupa oleh para siswa. Mereka selalu mempunyai celah untuk menerabas aturan2 itu sehingga waktu mereka melanggar, mereka selalu mencari-cari alasan yang sebenarnya cukup logis, sehingga pemberi hukuman dalam hal ini guru, mudah saja memberi kata maaf sehingga tidak ada rasa jera di pihak murid itu sendiri.Contohnya, tidak membawa topi. Murid2 yang awalnya dihukum akan jera pada mulanya. Namun, setelah berhari-hari sejak hukuman itu, mereka kembali tidak membawa topi. Tidak ada efek jera yang ditimbulkan dari hukuman awal tadi. Saya berpikir, apa aturan ini sudah tidak bisa sejalan dengan perkembangan zaman sehingga mudah saja diakali atau kekurangketatab dari pihak guru untuk mengawasi murid2nya secara optimal ??
We don’t know..

Namun, terlepas apakah guru yang kurang optimal dalam pengawasan terhadap murid2nya ataukah aturan yang ada kurang ketat sehingga mudah diakali, faktor terpenting adalah lemahnya mental murid2 SMATAR itu sendiri. Mental taruna-taruni yang diharapkan pada awal kemunculan SMATAR sedikit sekali yang masih tumbuh dalam dada para muridnya. SEDIKIT, bukan berarti TIDAK ADA SAMA SEKALI ! Menurut saya, seharusnya pendidikan mental yang harus menjadi prioritas. Pendidikan mental itu bisa berupa akhlak setiap hari Jum’at, upacara bendera yang melatih sikap disiplin (mental) yang dilaksakan setiap hari Senin, dan masih banyak lagi. Namun, banyak sekali kemunduran dalam berbagai kegiatan yang telah saya sebutkan di atas. Akhlak misalnya. Pada waktu zamannya Abah Sam (Pen:Samsul Arifin ) yang menjadi pembimbing, semua kelas satu dan dua duduk merapat, membentuk shaf yang teratur sehingga pelajaran akhlak bisa diterima dengan baik dan diterapkan dengan baik pula oleh para siswa-siswi. Sekarang, menurut pengamatan saya akhir2 ini, sebagian murid2 kelas satu malah yang jadi pengacau, membentuk shaf paling belakang, sehingga materi akhlak tidak diterima dengan baik. Mereka ngobrol, maen hape, dll.

Sebagai kakak kelas dan senior kalian di SMATAR, bagi siapa saja murid SMATAR angkatan 2009 ke atas yang membaca artikel ini, tulisan yang tidak berguna ini hanya sebagai pengingat kalian, ingat, tahun2 berikutnya, standard kelulusan UAN semakin meningkat. Saya merasakan UAN tahun ini saja tipe soalnya hampir2 setara ujian seleksi PT, mungkin hanya terpaut dua-tiga level di bawah itu. Namun hal ini tidak bisa disepelekan. UAN tahun2 mendakang direncanakan sebagai acuan untuk masuk PTN, sehingga mungkin pada tahun2 berikutnya, soal UAN sendiri sama dengan soal seleksi masuk perguruan tinggi.
Jadi persiapkan diri kalian sejak dini, penyesalan selalu datang di akhir, oleh karena itu, jangan jadikan alasan jika saya masih kelas satu, tidak perlu memikirkan UAN. Itu salah !! Persipan sedini mungkin dapat membuat mental kalian lebih siap dalam menghadapi UAN maupun SNMPTN di masa depan.

Terakhir, saya mengucapkan selamat berjuang bagi teman2 yang mengikuti USM ITB, UMB, maupun SNMPTN nanti. Apapun hasilnya, semoga itu menjadi hasil yang terbaik yang diberikan Allah bagi kita. Jangan lupa berdoa untuk kelulusan kita pada UAN 2009 ini dengan nilai yang baik pula. Dan juga selamat berjuang bagi adek2 kelasku yang akan mengikuti seleksi OSN tingkat provinsi, semoga kalian diberi hasil yang terbaik oleh Allah SWT.Amiin

Mohon maaf apabila ada kata2 yang menyinggung pembaca, namun ini hanya suatu ide, suatu fenomena yang mungkin bisa saya ungkap sekarang, demi kebaikan SMATAR di masa datang.

Semoga bermanfaat !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s